Pemkot Solo Siapkan Fasilitas Hanggar untuk Kios Darurat Pasar Legi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah menyiapkan hanggar untuk penggunaan kios darurat Pasar Legi. Hanggar tersebut akan difungsikan apabila Pemkot telah merampungkan sejumlah talang air dan tanggul melingkar di bangunan itu. “Fasilitas pendukungnya terus disiapkan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, Selasa (20/11/2018) siang. “Agar saat musim hujan tidak ada kendala lagi untuk pedagang yang menempati hanggar-hanggar itu,” katanya. • Ribuan Warga Berebut Gunungan Maulid Nabi Muhammad Keraton Kasunanan Surakarta Nantinya Pemkot Solo akan membawa berbagai palang baja bekas pasar darurat Pasar Kewer di Alun-alun Utara. Kios sementara Pasar Legi terletak di 3 tempat yakni Jalan Sabang, Jalan Monumen Banjarsari dan Lahan parkir utama Pasar Legi. Subagyo menjelaskan pihaknya berencana memanfaatkan […]

Cegah Kebakaran di Pasar, Dinas Perdagangan Solo Kerahkan Semua Unsur Pasar

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Dinas Perdagangan Solo menyiagakan semua unsur yang ada di pasar untuk mencegah terjadinya kebakaran pasar di Solo. Mulai dari pedagang sampai petugas pasar harus siap dan siaga jika ada kebakaran. “Semuanya harus siaga dan waspada, bahkan termasuk pembeli jika ada kebakaran harus tahu jalan keluar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, Jumat (16/1//2018). Sementara pedagang diminta untuk menata tidak lalai dalam  pengunaan api. • Blusukan ke Pasar Kadipolo Solo, Ruhut Sitompul: Tidak Ada yang Mahal, Harga Normal “Semua kami minta agar waspada, termasuk sambungan kabel listrik, kemudian kalau ada yang merokok harus memastikan puntungnya sudah mati ketika dibuang,” kata dia. Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar[…..]

RUDY WAJIBKAN PNS BELANJA DI PASAR TRADISIONAL

SOLO – Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo mewajibkan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebulan sekali belanja bareng-bareng di pasar tradisional. Ini dilakukan untuk melestarikan pasar tradisional agar tetap ramai. “Sebulan sekali PNS wajib belanja di pasar tradisional. Ini dilakukan secara bareng-bareng,” terangnya disela-sela Mider Praja, Jumat (7/10/2016). Untuk waktunya, Rudy menginstruksikan, agar dilakukan di luar jam kerja atau hari libur. Meski bisa disampaikan secara lisan, tetapi instruksi ini akan ditindaklanjuti dengan adanya surat edaran (SE). Jadi nanti SE ini akan dikirim ke masing-masing satuan kerja perangkat dinas (SKPD) yang kemudian disebarkan PNS. “Waktunya di luar jam kerja pastinya atau hari[…..]

FASILITAS PKL CITY WALK DPP PERCEPAT PEMBANGUNAN SELTER

BALAIKOTA—Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Surakarta akan menindak setiap pedagang kaki lima (PKL) yang akan kembali ke city walk Jalan Slamet Riyadi. Guna mencegah hal itu terjadi, DPP pun berupaya untuk mempercepat pembangunan selter. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa PKL gerobak kuning yang sebelumnya menempati City Walk akan kembali berjualan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. “Akan kami tindak tegas jika ada PKL yang kembali berjualan di city walk. Kami sudah berupaya memberikan kebutuhan atau permintaan buat mereka agar tetap berjualan di sana,” terang Kepala DPP Kota Surakarta, Subagiyo kepada wartawan, Rabu (29/6). Untuk pembangunan selter buat PKL gerobak kuning akan[…..]

PASAR TANGGUL DIUSULKAN JADI PASAR BER-SNI

Solopos.com, SOLO–Pasar Rakyat Tanggul yang ada di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres akan diusulkan memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo akan mengusulkannya ke Kementerian Perdagangan. Menurut Kepala DPP Solo, Subagiyo, Pasar Rakyat Tanggul diusulkan memiliki sertifikat SNI karena fasilitas umumnya dinilai lengkap. Sebab, pengusulan sertifikat SNI itu ada 43 item untuk kelengkapannya yakni sehat, aman, dan nyaman.   Ia menjelaskan fasilitas umum di pasar itu cukup lengkap. Seperti ada ruang menyusui, ruang khusus merokok, ruang kesehatan, dan musala. Selain itu, pencahayaan cukup, drainase yang baik, travelator yang ramah difabel, zonasi pedagang, dan sejumlah sarana dan prasarana[…..]

PROYEK PASAR KLEWER TAHAP II PEDAGANG SISI TIMUR TEMPATI BASEMENT

PASARKLIWON—Melihat prospek pembangunan tahap kedua Pasar Klewer yang cukup baik, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berencana menempatkan sementara pedagang Pasar Klewer sisi timur, di basement. Pasalnya, pasar Klewer sisi timur nantinya juga akan direvitalisasi. “Jadi kalau Pasar Klewer ini nanti sudah jadi, semua pedagang yang saat ini berada di Alun-alun Utara (Alut) sudah bisa menempati kiosnya masing-masing. Sedangkan, untuk basement sementara waktu akan digunakan untuk pedagang sisi timur, karena kan di sana juga akan direvitalisasi,” jelas Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, usai melakukan peninjauan di pasar yang terbakar akhir tahun 2014 lalu, Rabu (22/6) siang. Memang, basement itu nantinya akan digunakan[…..]

KIRAB RATUSAN PEDAGANG AJAK MASYARAKAT BELANJA DI PASAR TRADISIONAL

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan pedagang pasar tradisional mengikuti kirab Kiprah Pasar Kumandang, Minggu (16/10/2016). Mereka berjalan dari kawasan Ngarsopuro menuju Pasar Gede Hardjonagoro. Yang dikirab ialah makanan, sayuran, dan buah-buahan yang biasa dijual di pasar. Mereka juga membawa spanduk berisi ajakan untuk berbelanja di pasar tradisional. Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Surakarta, Subagiyo, ramainya pasar tradisional menunjukkan hidupnya suatu kota. “Menurut Joyoboyo kan juga seperti itu, kiamat itu ketika pasar ilang kumandange (pasar sudah sepi), makanya kita beri nama Kiprah Pasar Kumandang,” ungkapnya. (*)

Pesona Produk Pasar dalam Gelaran Semarak dan Ragam Pasar Tradisional di Solo

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghadirkan Semarak dan Ragam Pasar Tradisional, di Benteng Vasterburg, Solo, Jawa Tengah. Acara tersebut terselenggara selama tiga hari, yakni Kamis hingga Sabtu (15-17/11/2018). Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo, mengatakan dalam kegiatan ini ada 150 stand dengan 200 pelaku usaha yang terlibat. Di antaranya ada 50 pedagang pasar, 30 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 90 pengusaha kuliner, serta 20 pengusaha otomotif. • HIMKI Solo Raya Sebut Pasar Furnitur saat Ini Didominasi Produk Home Living “Produk yang dipamerkan beragam, dan siap untuk memanjakan para masyarakat yang datang,” ungkapnya kepada TribunSolo.com, saat ditemui di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis[…..]