Sambutan Kepala Dinas

Komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk meningkatkan daya saing Pasar Tradisional tidak diragukan lagi. Berbagai Program dilakukan guna mewujudkan pasar tradisional sebagai tempat utama dan pertama bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pembangunan kembali atau renovasi pasar tradisional merupakan bagian dari revitalisasi yang digaungkan Dinas Pengelolaan Pasar Pemerintak Kota Surakarta. Selain itu, juga dilakukan perbaikan manajemen pasar yang secara fisik dapat dilihat seperti pemeliharaan bangunan beserta fasilitasnya. tak hanya itu, tata kelola persampahan juga diperbaiki sehingga pasar tradisional bersih dan sehat. Sebagai tempat aktivitas ekonomi jaminan adanya rasa aman sangat penting mendapat perhatian. Penambahan Personil tenaga keamanan, penerangan yang memadai diharapkan akam membuat pengunjung dan pedagang di pasar tradisional semakin terlindungi. Berbagai upaya dilakukan Dinas Pengelolaan Pasar tentu tidak dapat disebutkan satu persatu dikesempatan terbatas ini. namun setidaknya hal itu menunjukkan komiimen kami untuk menjaga pasar tradisional.

Revitalisasi dimaksudkan untuk mempertahankan roh pasar tradisional yang tidak hanya sekadar tempat aktivitas ekonomi tetapi juga tempat berinteraksi sosial dan budaya. Oleh karena itu, Dinas Pengelolaan Pasar juga memperhatikan segala sesuatu di luar hal yang bersifat fisik. Hal yang utama adalah kualitas sumber daya manusia (SDM), baik pegawai pengelola pasar maupun pedagang di pasar tradisional.
Serangkaian bimbingan teknis (bintek) dilakukan dengan harapan mereka kian ramah dan santun dalam melayani. Dalam lingkup tanggung jawab sebagai pengelola pasar, Dinas Pengelolaan Pasar juga melakukan upaya mempromosikan keunggulan dan potensi pasar tradisional ke masyarakat. Sejumlah event digelar diarena pasar, termasuk lomba antar pasar guna mendorong agar “warga pasar” berkompetisi untuk menyuguhkan hal-hal terbaik. Dukungan dari masyarakat yang diterima Dinas Pengelolaan Pasar dalam merevitalisasi pasar-pasar tradisional selama ini sungguh luar biasa. Sejumlah korporasi tergerak untuk berperan dalam program CSR merancang bersema antara DInas Pengelolaan Pasar, Paguyuban Pedagang dan perusahaan tersebut. Berbagai aktivitas tersebut, didokumantasikan melalui melalui media elektronik ataupun buku profil. Tentu harapannya adalah sebagai pembelajaran bersama untuk perbaikan ke depan.
Kami menyadari dalam penyampaian informasi ataupun penyusunan materi ini juga masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan sumbang pemikiran kami harapkan untuk dapat memberi manfaat bagi kita bersama.
Surakarta, Juli 2015

Visi

“Mengoptimalkan Pelayanan¬† melalui sektor Perdagangan, Pasar Rakyat dan Pengelolaan PKL yang berdaya saing bertumpu pada teknologi dan Budaya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.”

 

Rerajut Ati

Merupakan slogan atau tagline yang digaungkan oleh Dinas Pengelolaan Pasar kota Surakarta dalam membenahi pasar tradisional. Rerajut Ati merupakan akronim dari resik, ramah, jujur, tertib, aman dan simpati. Suatu kondisi ideal yang diharapkan dapat terwujud di dalam pasar tradisional. Rerajut ati juga memiliki makna filosofi bahwa pasar sesungguhnya bukan hanya tempat untuk memenuhi kebutuhan perdagangan, tetapi juga menjadi ruang untuk interaksi sosial para pelaku pasar. Pasar tradisional diharapkan bisa merajut atau menjalin hati elemen masyarakat utuk hidup rukun bersama sehingga tercipta suasana yang damai dan nyaman.
Berbagai bentuk penghargaan diterima Pemerintah Kota Surakarta sebagai apresiasi atau sambutan positif dari perwujudan visi revitalisasi pasar tradisional. Penghargaan tersebut sedikit banyak juga mengangkat pamor pasar tradisional di kota Solo.
Penghargaan yang tercatat pernah diterima atas upaya Dinas Pengelolaan Pasar dalam membenahi pasar tradisional tersebut adalah :

  1. Tahun 2008, Pasar Gading dinobatkan sebagai juara I Pasar Sehat se-Jawa Tengah.
  2. Tahun 2010, Juara I lomba Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) atas keberhasilan penataan PKL di kawasan monumen Banjarsari ke pasar Klithikan Notoharjo
  3. Tahun 2011, Pasar Gede menjadi juara I lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  4. Tahun 2012, Juara II lomba Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) atas keberhasilan penataan PKL di kawasan Manahan.
  5. Tahun 2012, Pasar Nusukan dan pasar Gede ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri sebagai pasar tradisional tertib ukur.
  6. Tahun 2012, Pasar Nusukan menjadi juara II lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  7. Tahun 2013, Pasar Nongko menjadi juara I lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  8. Tahun 2014, Pasar Kadipolo menjadi juara II lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  9. Tahun 2015, Taman Pasar Burung dan Ikan Hias Depok menjadi juara II Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) tingkat Nasional.