VISI
“Mengoptimalkan Pelayanan  melalui sektor Perdagangan, Pasar Rakyat dan Pengelolaan PKL yang berdaya saing bertumpu pada teknologi dan Budaya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.”

 

MISI

Misi Dinas Perdagangan Kota Surakarta adalah sebagai berikut :

  1. Menciptakan peluang usaha dan daya saing disektor perdagangan
  2. Mewujudkan pasar rakyat yg representatif, aman, nyaman,& berdaya saing sebagai pusat perbelanjaan untuk semua kalangan.
  3. Mewujudkan kapabilitas pelaku usaha sektor perdagangan
  4. Mewujudkan Pengelolaan PKL yg bersih, tertib dan mendukung tata ruang kota
  5. Meningkatkan pendapatan daerah dari potensi perdagangan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat
  6. Mewujudkan tertib kemetrologian

 

Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Walikota Kota Surakarta Nomor 27-C Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta, Dinas Perdagangan mengampu urusan menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perdagangan, bina usaha dan tertib niaga, pendapatan, sarana dan prasarana perdagangan serta perlindungan pasar rakyat berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan.

 

Rerajut Ati
Merupakan slogan atau tagline yang digaungkan oleh Dinas Pengelolaan Pasar kota Surakarta dalam membenahi pasar tradisional. Rerajut Ati merupakan akronim dari resik, ramah, jujur, tertib, aman dan simpati. Suatu kondisi ideal yang diharapkan dapat terwujud di dalam pasar tradisional. Rerajut ati juga memiliki makna filosofi bahwa pasar sesungguhnya bukan hanya tempat untuk memenuhi kebutuhan perdagangan, tetapi juga menjadi ruang untuk interaksi sosial para pelaku pasar. Pasar tradisional diharapkan bisa merajut atau menjalin hati elemen masyarakat utuk hidup rukun bersama sehingga tercipta suasana yang damai dan nyaman.
Berbagai bentuk penghargaan diterima Pemerintah Kota Surakarta sebagai apresiasi atau sambutan positif dari perwujudan visi revitalisasi pasar tradisional. Penghargaan tersebut sedikit banyak juga mengangkat pamor pasar tradisional di kota Solo.
Penghargaan yang tercatat pernah diterima atas upaya Dinas Pengelolaan Pasar dalam membenahi pasar tradisional tersebut adalah :

  1. Tahun 2008, Pasar Gading dinobatkan sebagai juara I Pasar Sehat se-Jawa Tengah.
  2. Tahun 2010, Juara I lomba Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) atas keberhasilan penataan PKL di kawasan monumen Banjarsari ke pasar Klithikan Notoharjo
  3. Tahun 2011, Pasar Gede menjadi juara I lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  4. Tahun 2012, Juara II lomba Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) atas keberhasilan penataan PKL di kawasan Manahan.
  5. Tahun 2012, Pasar Nusukan dan pasar Gede ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri sebagai pasar tradisional tertib ukur.
  6. Tahun 2012, Pasar Nusukan menjadi juara II lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  7. Tahun 2013, Pasar Nongko menjadi juara I lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.\
  8. Tahun 2014, Pasar Kadipolo menjadi juara II lomba manajemen pasar tradisional se-Jawa Tengah.
  9. Tahun 2015, Taman Pasar Burung dan Ikan Hias Depok menjadi juara II Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) tingkat Nasional.