1 Pedagang Pasar Gemblegan Asal Wirun Sukoharjo Dikabarkan Positif Covid-19, Ini Penjelasan Satgas Solo

 Pedagang pasar memasang MMT ajakan berbelanja ke Pasar Harjodaksino karena sudah terbebas dari Covid-19 di pintu utama Pasar Harjodaksino, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo, Senin (27/7/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso) Solopos.com, SOLO – Data satu pedagang sayur positif Covid-19 di Pasar Gemblegan yang berasal dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo belum diketahui Satgas Solo. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo mengaku belum menerima data pasien positif itu dari Satgas Covid-19 Sukoharjo. Di satu sisi, Dinas Perdagangan Kota Solo tidak menemukan data seorang pedagang sayur di Pasar Gemblegan Solo dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga, Minggu (6/9/2020). Kepala Bidang Pasar, Sugeng […]

Sebulan Lagi, Pasar Klewer Timur Rampung

        SOLO-Kontrak kerja pembangunan Pasar Klewer Timur bakal berkahir 30 September mendatang. Jika tenggat pembangunan rampung pada hari itu, maka pedagang diperbolehkan menempati bangunan baru mulai Oktober.         Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan pelaksana proyek sudah mengebut pekerjaan selama sebulan terakhir. Ia menyebut setelah bangunan fisik rampung, akan dilakukan pengecekan mulai dari jaringan listrik, akses keluar-masuk, dan sebagainya. “Jika evaluasinya sudah baik semua, maka pedagang segera pindah dari pasar darurat ke bangunan pasar yang baru,”kata dia, Senin (31/8). Pihaknya optimis, pedagan mulai pindahan ke bangunan baru pada awal Oktober.  […..]

Pedagang Meninggal karena Covid, Pasar Harjodaksino Gemblegan Ditutup

Pasar Harjodaksino disemprot disinfektan setelah dilakukan penutupan hingga sepekan ke depan.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO) SOLO – Pasar Harjodaksino atau Pasar Gemblegan ditutup selama sepekan mulai besok (14/7). Penutupan itu dilakukan setelah adanya seorang pedagang di pasar setempat positif Covid-19 dan meninggal dunia. Penutupan pasar selama sepekan itu ditegaskan lewat Surat Edaran (SE) No. 511.2/1348 tentang Penutupan Sementara Waktu Operasional Pasar Harjodaksino. Dalam surat edaran itu, pedagang diarahkan untuk tidak melakukan aktivitas jual beli dan berdiam diri di rumah masing-masing untuk isolasi mandiri. “Kami tutup mulai Selasa (14/7) ini hingga sepekan ke depan. Sebanyak 1.407 pedagang (kios, los, pelataran) di sana kami[…..]

Aksi Tim Rocker Keliling Pasar

Tim Roker berkeliling pasar darurat Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Senin (6/7) Tim Roker berkeliling pasar darurat Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Senin (6/7). Mereka bertugas mengingatkan dan mengedukasi mereka yang abai protokol kesehatan. Tim ini berkeliling setiap sudut pasar pada jam-jam sibuk. Pada pagi hari patrol dilakukan mulai pukul 09.00, dan sorenya pukul 16.00. Terakhir pukul 21.00. (Damianus Bram/Radar Solo-JawaPos)  

Ratusan Pegawai Pemkot Surakarta Bersihkan Alun-Alun Utara

Peserta kerja bakti tengah menata Alun-alun utara dengan membersihkan rumput yang tumbuh liar Foto: Bagus Adji SOLO (SUARABARU.ID)- Rumput liar di alun alun Utara (Alut) kota Surakarta yang memunculklan kesan kumuh, kini tak lagi ada.  Menyusul berlangsung kerja bakti yang melibatkan ratusan personil dari Pemkot Surakarta diatas lahan  seluas 1,7 hektar . “Ini merupakan kerja bakti pertama semenjak berlangsungnya pandemi covid – 19,“ kata Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo , Jumat (3/7). Wakil Walikota Surakarta Ahmad Purnomo didampingi Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi ketika ditemui di sela sela kerja bhakti mengatakan, kegiatan yang berlangsung merupakan pertama kali selama berlangsungnya pandemi[…..]

Duh, Pasar Tradisional di Solo Masih Ramai Anak-Anak

Seorang anak diajak ayahnya melihat hewan-hewan di Pasar Depok, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO) SOLO – Pembatasan kunjungan di pasar tradisional masih sulit diterapkan. Meski petugas keamanan sudah ditempatkan di sejumlah akses masuk, namun penerapan pembatasan pengunjung masih dianggap belum maksimal. Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengatur sejumlah hal, termasuk kunjungan ke pasar tradisional bagi ibu hamil, anak, dan orang tua.  Faktanya, hingga sepekan perwali diluncurkan, masih terlihat sejumlah anak yang seliweran di pasar tradisional. Pengunjung pun masih cukup ramai. Seperti yang terlihat di Pasar Depok, Minggu (14/6). Masih terlihat sejumlah[…..]

Tak Pakai Masker, Pedagang Pasar di Solo Akan Difoto dan Dilarang Jualan 3 Hari

Kepala Dinas Perdagangan Solo, Heru Sunardi.(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) SOLO, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Solo memberikan sanksi tegas kepada para pedagang pasar tradisional yang tidak memakai masker saat berjualan. Sanksi tegas ini adalah pedagang tidak diperbolehkan berjualan selama tiga hari. Bahkan, berlaku kelipatannya jika ditemukan masih tidak memakai masker. Kepala Dinas Perdagangan Solo, Heru Sunardi mengatakan, pedagang yang memakai masker secara tidak benar dan yang tidak memakai masker saat berjualan akan difoto oleh petugas keamanan pasar. Baca juga: Pemkot Solo: Silaturahim ke Luar Daerah Tidak Dilarang, tapi Sebaiknya Dihindari “Setelah itu kami panggil ke kantor. Pedagang itu langsung kami minta agar tidak[…..]

Tak Pakai Masker, 10 Persen Pembeli di Pasar Dirazia

BERSIAGA: Razia masker di Pasar Depok, Manahan Selasa (12/5). (PUJOKO/LINGKAR JATENG) SOLO-Dinas Perdagangan Kota Surakarta mencatat 10 persen pengunjung pasar tidak menaati aturan untuk menghindari penyebaran virus korona. Mereka tidak mengenakan masker saat memasuki pasar tradisional. Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunarni mengatakan ada sekitar 10 persen pembeli di pasar tradisional terkena razia masker. Dengan itu, mereka tidak diizinkan masuk pasar sebelum mengenakan masker. “Masalahnya adalah pembeli di pasar. Temuan kami, ada 10 persen pembeli di pasar tradisional terkena razia masker.  Mereka harus pulang atau cari masker dulu,’’ ujar Heru kemarin (12/5). Dengan temuan tersebut, Heru meminta masyarakat harus[…..]

Batasi Interaksi Kerumunan, Warga Solo Didorong Belanja via Online

05 MEI 2020, 15: 59: 21 WIB | EDITOR : PERDANA Sosialisasi belanja via online selama masa pandemi Covid-19 digalakkan pemkot untuk mencegah interaksi warga lebih intensif. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO) SOLO – Pasar tradisional menjadi salah satu lokasi yang masih berpotensi membuat masyarakat berkerumun. Mengurangi hal tersebut, pemkot menyarankan kepada masyarakat agar berbelanja secara online atau daring (dalam jaringan). Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi menjelaskan, proses jual beli di pasar tradisional masih dilakukan secara konvensional. Pedagang menggelar dagangan kemudian pembeli datang. Hal itu menjadikan anjuran pemerintah agar masyarakat menjaga jarak tidak efektif dilakukan. “Untuk mengurangi interaksi secara langsung itu, kita hari[…..]