Dipindah 1 Desember, PKL Selter Manahan Minta Nego

Dipindah 1 Desember, PKL Selter Manahan Minta NegoSeorang pedagang memindahkan barang dagangan dari selter PKL Manahan Solo yang rusak, Kamis (20/7/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 132 pedagang kaki lima (PKL) sekitar Stadion Manahan diberi tenggat waktu hingga 1 Desember untuk pindah dari area tersebut. Paguyuban Gotong Royong (Selter Barat Stadion Manahan) dan Guyub Rukun (Selter Timur Manahan) masih berusaha bernegosiasi agar PKL selter Manahan bisa pindah paling tidak pada awal tahun.

Tenggat waktu 1 Desember itu dilakukan menyusul rencana penataan dan pembersihan area menjelang Piala Dunia U-20 2021. Ketua Paguyuban Gotong Royong, Koko Kuncoro, menyebut kendati paguyuban PKL selter Manahan meminta agar pemindahan diundur, namun keputusan diserahkan sepenuhnya pada pedagang.

Pihaknya meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo bertanya langsung kepada pedagang. “Ya, kami minta Disdag mendata masing-masing pedagang karena bisa jadi ada yang bersedia pindah awal Desember, ada yang minta mundur sampai paling tidak 1 Januari. Kalau saya sendiri tidak menerima,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (6/10/2020) siang.

Koko mengatakan pihaknya belum mendapatkan kepastian kapan Piala Dunia digelar. Kendati begitu, ia masih berharap Pemkot memiliki kebijakan agar pedagang pindah maksimal akhir tahun dan bisa kembali berjualan di lokasi yang sama pasca berlangsungnya Piala Dunia.

Batasnya Juli 2021

Rencana awal penataan PKL selter Manahan dilakukan pada awal Desember. Kemudian, beredar kabar penataan mundur sampai akhir 2020. Ring 1, 2, dan 3 Stadion Manahan harus steril dari aktivitas di luar Piala Dunia U-20 setidaknya sampai Juli 2021.

Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi, mengakui belum ada keputusan akhir kapan PKL tersebut harus pindah. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar keputusan akhirnya tepat. “Batas akhirnya kalau bisa 31 Desember bisa, ya dikabulkan saja. Tapi kalau harus 1 Desember, ya, nanti kami negosiasi lagi. Soalnya Dispora yang punya kerja,” kata dia.

Ihwal permintaan pedagang meliburkan diri sementara saat Piala Dunia berlangsung, Heru menyebut keputusan itu akan diserahkan kepada wali kota Solo yang baru. Mengingat, even kelas dunia itu baru berlangsung pertengahan tahun depan. Termasuk, rencana penataan PKL selter Manahan yang sempat digaungkan beberapa waktu lalu.

“Ya, kami sudah punya DED (detail engineering design) penataan ulang Selter Manahan, tapi tahun depan enggak ada anggaran, berarti tahun depannya lagi. Soal apakah PKL bisa kembali berjualan setelah Piala Dunia selesai, juga menjadi keputusan Wali Kota Solo yang baru. Di sana itu kan ikon kuliner juga, ya, biar kepala daerah yang baru dilantik saja keputusannya,” tandas Heru.

 Solopos.com-Mariyana Ricky P.D

LEAVE REPLY

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *